Volix
moviesvaterlanda bule named yantocannes 2026berthold wahjudifilm indonesiala semaine de la critique

Film Indonesia-Jerman 'VATERLAND or A Bule Named Yanto' Lolos Kompetisi Cannes 2026

Iqbal Baskari·
Film Indonesia-Jerman 'VATERLAND or A Bule Named Yanto' Lolos Kompetisi Cannes 2026
Via Instagram/jonasegert, wahjudi.mov, scruiziat

Film pendek ko-produksi Indonesia-Jerman VATERLAND or A Bule Named Yanto karya sutradara Berthold Wahjudi resmi terpilih dalam kompetisi La Semaine de la Critique edisi ke-65 di Cannes Film Festival 2026. Film ini menjadi 1 dari 10 film pendek internasional yang lolos kompetisi, dari lebih dari 2.400 submisi yang masuk.

Berthold Wahjudi bercermin dari pengalaman pribadinya sebagai individu berdarah campuran untuk membuat film ini. Hasilnya adalah sebuah karya kecil istimewa yang tercipta dari kesungguhan hati dan pembelajaran hidup yang penuh makna.

Lolos dari 2.400 Submisi

Courtesy of madfilms / Aftersun Creative
La Semaine de la Critique atau Critics' Week adalah program independen yang didirikan French Union of Film Critics pada 1962, dikenal sebagai ruang lahirnya banyak sineas dunia seperti Wong Kar-wai, Guillermo del Toro, Alejandro González Iñárritu, dan Julia Ducournau. Program ini fokus menemukan suara baru perfilman dunia. Tahun ini, VATERLAND or A Bule Named Yanto lolos seleksi ketat melawan ribuan film dari berbagai negara.

Tentang Film

Film berdurasi 26 menit ini direkam menggunakan format 16mm oleh sinematografer Noah Böhm, dengan dialog dalam bahasa Jerman, Indonesia, Jawa, dan Inggris. Berlatar di Yogyakarta, film ini berkisah tentang Yanto, pemuda keturunan Jerman-Indonesia berusia awal 20-an yang mengunjungi adik perempuannya di Indonesia.

Pertemuan yang awalnya direncanakan sebagai reuni biasa berubah menjadi perjalanan emosional ketika Yanto menyadari sang adik terasa jauh lebih 'menyatu' dengan lingkungan Indonesia dibanding dirinya. Yanto diperankan oleh Aggai Saibuma, sementara Sarah Muckarin Röser sebagai pemeran sang adik.

Courtesy of madfilms / Aftersun Creative

Akar Cerita: Identitas Diaspora

Courtesy of madfilms / Aftersun Creative
Dalam wawancara resminya bersama La Semaine de la Critique, Wahjudi menyebut film ini lahir dari pengalaman pribadi sebagai individu berdarah campuran Indonesia-Jerman.

Ia tertarik mengeksplorasi bagaimana seseorang bisa merasa asing terhadap budaya yang secara biologis maupun emosional seharusnya dekat dengannya. Pendekatan coming-of-age dramedy yang intim dan personal jadi pilihan tone untuk mengeksplorasi pengalaman identitas ras campuran, sekaligus pertanyaan universal tentang tempat yang benar-benar bisa disebut "rumah".

Jalan Panjang Sebelum Cannes

Courtesy of madfilms / Aftersun Creative
Sebelum world premiere di Cannes, proyek ini lebih dulu dikembangkan melalui Berlinale Short Form Station 2025 dan memenangkan European Short Pitch 2025. Diproduksi oleh madfilms (Jerman) bersama Aftersun Creative (Indonesia) dan Allergikerfilm, dengan Jonas Egert, Sylvain Cruiziat, dan Annisa Adjam sebagai produser. Bagus Suitrawan bertindak sebagai Line Producer Indonesia, didukung mayoritas kru lokal.

Jadwal Tayang di Cannes

Edisi ke-65 La Semaine de la Critique berlangsung pada 13-21 Mei 2026 di Cannes, Prancis. VATERLAND or A Bule Named Yanto dijadwalkan tayang dua kali di Miramar pada Selasa, 19 Mei 2026, pukul 14.30 dan 20.45 waktu setempat. Distribusi internasional dipegang oleh sales agent Salaud Morisset.

Baca juga: 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati' Resmi Diangkat Jadi Film, Tayang 2026.

Baca Juga