Next Step Studio Indonesia: 4 Film Pendek Indonesia World Premiere di Cannes Critics' Week 2026

Empat film pendek Indonesia gelar world premiere di Cannes Critics' Week 2026 lewat program Next Step Studio Indonesia. Keempat film tersebut yaitu Mothers Are Mothering, Annisa, Original Wound, dan Holy Crowd. Mereka ditayangkan perdana pada 14 Mei 2026 di festival film prestisius Prancis tersebut.
Edisi perdana program ini menjadi tonggak baru bagi sineas Indonesia di panggung perfilman internasional. Empat sutradara lokal berkolaborasi dengan empat sineas Asia Tenggara lainnya untuk kerja bareng menulis dan menyutradarai film-film tersebut.
Tentang Next Step Studio Indonesia

Next Step Studio Indonesia 2026 adalah inisiatif Cannes Critics' Week (La Semaine de la Critique) yang memasangkan empat sutradara Indonesia dengan empat sutradara dari Asia Tenggara untuk co-write dan co-direct empat film pendek berdurasi 15 menit. Semua film difilmkan di Jakarta. Program ini diproduksi KawanKawan Media bersama produser Prancis Dominique Welinski lewat perusahaannya DW.
Konsep ini merupakan warisan dari La Factory yang digagas sejak 2013 di Director's Fortnight. Edisi sebelumnya pernah mengangkat Taiwan, Chile, Filipina, Brasil, dan beberapa negara lainnya. Sejauh ini lebih dari 80 sineas telah berpartisipasi dalam program ini, sekitar 50 di antaranya kemudian membuat film panjang debut.
1. Mothers Are Mothering - Khozy Rizal × Lam Li Shuen

2. Annisa - Reza Rahadian × Sam Manacsa

3. Original Wound - Shelby Kho × Sein Lyan Tun

4. Holy Crowd - Reza Fahriyansyah × Ananth Subramaniam

Dukungan Lintas Pemerintah dan Institusi
Next Step Studio Indonesia 2026 sepenuhnya didanai institusi Indonesia, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Kebudayaan. Program ini juga bermitra dengan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, serta Institut Français Indonesia.
Produser KawanKawan Media Yulia Evina Bhara menyebut perjalanan menuju Cannes ini panjang. "Butuh lebih dari dua tahun bagi saya untuk meyakinkan mereka bahwa Indonesia berhak untuk menjadi negara fokus, dan saya bangga akhirnya dapat mempersembahkan empat film pendek oleh delapan sutradara di Critics' Week," ujarnya.
Hak penjualan internasional antologi ini dipegang oleh Rediance dari Tiongkok. Selain yang telah disebutkan di atas, antologi ini juga menampilkan aktor-aktor besar Indonesia lainnya seperti Yusuf Mahardika, Arswendy Bening Swara, Nazira C. Noer, Asmara Abigail, dan Happy Salma.



