Volix
moviespesta babidandhy laksonowatchdoc documentaryfilm dokumenterpapuafood estate

Film Dokumenter 'Pesta Babi' Karya Dandhy Laksono Resmi Tayang Gratis di YouTube

Iqbal Baskari·
Film Dokumenter 'Pesta Babi' Karya Dandhy Laksono Resmi Tayang Gratis di YouTube
Via Watchdoc

Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita karya sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale resmi tayang gratis di YouTube mulai Jumat, 22 Mei 2026. Pengumuman perilisan disampaikan langsung oleh Ekspedisi Indonesia Baru lewat akun X @idbaruid, dengan link resmi mengarah ke kanal Redaksi JubiTV dan Watchdoc Documentary.

Sebelumnya, film berdurasi 96 menit ini sempat memicu polemik nasional karena pemutaran nonton bareng (nobar) di beberapa daerah dibubarkan, meski tidak ada instruksi resmi pelarangan dari pemerintah pusat.

Tentang Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita merupakan film dokumenter investigatif yang menyoroti konflik agraria, perampasan tanah adat, dan krisis kemanusiaan di wilayah Papua Selatan. Pengambilan gambar berlokasi di tiga kabupaten, yaitu Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.

Film ini mendokumentasikan dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mencakup pembukaan lahan hingga 2,5 juta hektare untuk proyek food estate, perkebunan sawit, dan bioetanol tebu. Empat suku adat yang menjadi fokus utama dokumentasi adalah suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu, yang berjuang mempertahankan tanah leluhur mereka. Film ini juga menyoroti dugaan militerisasi dalam pengamanan investasi proyek tersebut.

Karya Dandhy Laksono Setelah Sexy Killers dan Dirty Vote

Nama Dandhy Dwi Laksono sudah dikenal luas di Indonesia sebagai sutradara film dokumenter kritis. Karyanya sebelumnya mencakup Sexy Killers (2019) yang mengulik industri batu bara, serta Dirty Vote (2024) yang membongkar dinamika Pilpres 2024.

Via indonesianfilmcenter.com

Dalam Pesta Babi, Dandhy berkolaborasi dengan Cypri Jehan Paju Dale, seorang antropolog yang telah lama meneliti isu masyarakat adat di Papua. Kolaborasi lintas generasi ini menghadirkan pendekatan jurnalistik investigatif sekaligus perspektif antropologis. Film ini juga menampilkan suara langsung dari masyarakat terdampak, bukan sekadar narasi visual dari sutradara.

Makna Judul 'Pesta Babi' yang Ambigu

Judul Pesta Babi sendiri sengaja dipilih dengan makna ganda. Secara tradisi, 'pesta babi' merupakan ritual masyarakat adat Papua yang menggelar pesta komunal dengan menyembelih babi sebagai simbol persatuan dan kebersamaan komunitas. Namun, sutradara menggunakannya sebagai metafora terhadap pembangunan yang hanya menguntungkan segelintir pihak. Narasi film menggambarkan fenomena yang dipaparkan sebagai bentuk 'kolonialisme modern', sebuah konsep yang juga tercantum dalam subjudul film.

Kolaborasi Lintas Lembaga Sipil

Pesta Babi merupakan hasil kolaborasi koalisi organisasi masyarakat sipil. Lembaga yang terlibat meliputi Watchdoc Documentary, Jubi TV (Jubi Media), Ekspedisi Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, Greenpeace Indonesia, dan LBH Papua Merauke.

Penayangan di YouTube juga dilakukan serentak melalui kanal resmi masing-masing lembaga untuk memperluas jangkauan. Sebelum dirilis bebas di YouTube, pihak produser membatasi pemutaran lewat sistem nonton bareng (nobar) yang harus didaftarkan secara daring, dengan kewajiban minimal 10 orang penonton dan publikasi di media sosial.

Polemik dan Pembubaran Nobar di Sejumlah Daerah

Sebelum tayang di YouTube, Pesta Babi yang dirilis pertama kali pada Maret 2026 sempat memicu polemik nasional. Sejumlah aksi nobar di kota seperti Yogyakarta, Mataram, hingga Ternate sempat dibubarkan oleh oknum aparat dan organisasi tertentu, dengan alasan narasi yang dinilai sensitif. Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra sendiri menegaskan bahwa tidak ada instruksi resmi pelarangan film ini dari pemerintah pusat.

Namun, gelombang pembatasan tersebut justru memicu solidaritas yang lebih luas, dengan berbagai elemen masyarakat sipil, akademisi, dan pegiat lingkungan menegaskan bahwa kritik terhadap pembangunan adalah bagian sah dari diskursus demokrasi.

Via Instagram/watchdoc_insta

Film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita bisa ditonton lewat link resmi di kanal YouTube JubiTV dan Watchdoc Documentary. Pihak penyelenggara mengajak publik untuk hanya menonton melalui kanal resmi dan menghindari konten bajakan yang beredar di platform lain.

Baca juga: Next Step Studio Indonesia: 4 Film Pendek Indonesia World Premiere di Cannes Critics' Week 2026.

Baca Juga