Volix
movies

Ghost in the Cell oleh Joko Anwar Akan Tayang di Berlinale 2026

Iqbal Baskari·
Ghost in the Cell oleh Joko Anwar Akan Tayang di Berlinale 2026
Via Come and See Pictures

Ghost in the Cell, film horor-komedi baru garapan Joko Anwar dan Come and See Pictures, mendapat kehormatan untuk ditayangkan di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026.

Ghost in the Cell akan diputar dalam rangkaian Berlinale pada 12-22 Februari 2026. World premiere-nya akan digelar di bioskop Jerman bersejarah, Delphi Filmpalast am Zoo.

Film ini akan menjadi bagian dari section ‘Forum’, salah satu section paling bergengsi di Berlinale. Forum ini dikenal sebagai ruang kurasi bagi film-film dengan visi sinematik yang kuat, berani secara bentuk, serta tajam dalam membaca realitas sosial dan politik.

Terpilihnya Ghost in the Cell membuktikan bahwa film ini dinilai mendorong batas sinema dan menawarkan perspektif yang tidak lazim. Dua contoh film lain yang telah masuk section ini sebelumnya yaitu Exhuma (2024) karya Jang Jae-hyun dan Snowpiercer (2014) karya Bong Joon-ho.

Via Come and See Pictures
Via Come and See Pictures

“These are films by people who take their work and its impact seriously: the way it affects our coexistence, our battles, our reconciliations, our history dan stories, how togetherness, beauty and solidarity are experienced and how we shape our social, cultural, ecological and political present and future,” ujar Barbara Wurm selaku programmer Berlinale dalam rilis pers-nya.

Sementara itu dari pihak Come and See Pictures, Joko Anwar mengekspresikan rasa syukurnya atas terpilihnya Ghost in the Cell sebagai seleksi resmi Berlinale.

“Kami sangat bangga film Ghost in the Cell terpilih di section ini di Berlinale karena section ini dikenal sebagai section yang secara kuratorial selalu memilih film yang bukan sekadar mengandalkan cerita, tetapi juga relevansinya kuat dengan situasi sosial dan politik negara asal setiap film yang masuk seleksi ini,” kata Joko Anwar.

Ghost in the Cell berlatar di sebuah penjara Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan. Paduan horor, komedi dan kritik sosial menjadi tulang belakang film ini. Ceritanya membongkar bagaimana sebuah sistem bisa melindungi kekuasaan bahkan di tempat yang seharusnya menjadi ruang hukuman.

Para penonton di Indonesia akan segera dapat menyaksikan Ghost in the Cell pada tahun ini juga menyusul world premiere di Berlinale.

Baca juga: 'Agak Laen: Menyala Pantiku!' Geser 'Jumbo' Jadi Film Indonesia Terlaris.

Baca Juga