Hantavirus Sudah Masuk Indonesia: Cara Kerja, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus jadi sorotan dunia setelah wabah di kapal pesiar Belanda MV Hondius pada April-Mei 2026. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat 23 kasus yang telah dikonfirmasi sejak 2024 hingga Mei 2026, tiga di antaranya berakhir meninggal. Berikut yang perlu diktahui tentang virus dari tikus ini, mulai dari cara penularan, gejala, hingga pencegahan.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus adalah penyakit zoonosis yang ditularkan hewan pengerat, terutama tikus dan celurut. Virus ini disebabkan oleh genus orthohantavirus yang punya 50 varian, 24 di antaranya bisa menginfeksi manusia. Beberapa varian terkenal antara lain Seoul Virus, Hantaan Virus, Andes Virus, dan Sin Nombre Virus. Virus ini bukan hal baru di Indonesia, jejaknya sudah ditemukan sejak tahun 1980-an di berbagai kota besar, dari Jakarta sampai Maumere.
Cara Penularan dan Gejala
Hantavirus menular melalui paparan partikel dari urine, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Penularan tidak harus kontak langsung, cukup melalui inhalasi udara yang terkontaminasi debu kotoran tikus. Gejala awalnya mirip flu biasa: demam, kelelahan, nyeri otot, mual, dan gangguan pencernaan.
Ada dua bentuk klinis. Pertama, Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan masa inkubasi 1-2 minggu dan tingkat kematian 5 hingga 15 persen. Kedua, Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang jauh lebih berbahaya, masa inkubasi 14-17 hari, dengan tingkat kematian 30 hingga 60 persen.

Cara Mencegah Hantavirus
Karena belum ada vaksin atau obat spesifik untuk hantavirus, pencegahan jadi kunci utama. Beberapa langkah penting yang bisa dilakukan:
- Jaga kebersihan rumah dan sekitarnya, terutama dapur dan area penyimpanan makanan
- Tutup rapat semua celah tempat tikus bisa masuk
- Jangan biarkan makanan terbuka atau menumpuk
- Pakai masker dan sarung tangan saat membersihkan area berpotensi terkontaminasi tikus, dan hindari kontak langsung dengan hewan pengerat
- Cuci tangan secara rutin dengan sabun
- Segera periksakan diri kalau muncul gejala mirip flu setelah kontak dengan tikus
Update Kasus di Indonesia
Kementerian Kesehatan RI mencatat 251 kasus suspek dan 23 kasus terkonfirmasi sejak 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026. Tren kasus meningkat: 1 kasus pada 2024, 17 pada 2025, dan 5 hingga Mei 2026. Tiga pasien meninggal, sehingga kasus fatality rate Indonesia tercatat 13 persen. Kasus penyebaran di Jakarta (6), Yogyakarta (6), Jawa Barat (5), dan tujuh provinsi lainnya. Semua kasus di Indonesia adalah tipe HFRS dari varian Seoul Virus, belum ada kasus HPS yang lebih berbahaya.
Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menegaskan: "Peningkatan kasus yang terlaporkan menunjukkan sistem kewaspadaan dan deteksi dini kita semakin baik. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap faktor risiko penularan."
Outbreak Global: Kapal Pesiar MV Hondius
Kasus yang viral secara global bermula dari kapal pesiar Belanda MV Hondius yang berlayar dari Argentina. Per 12 Mei 2026, European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) mencatat 11 kasus total dengan sembilan terkonfirmasi dan tiga meninggal. Penumpang dan kru berasal dari 23 negara, termasuk sembilan negara Uni Eropa.
Penyakit di kapal disebabkan Andes Virus, satu-satunya tipe hantavirus yang bisa menular antar manusia, lewat kontak dekat dan dalam waktu lama. WHO menyatakan risiko penyebaran luas tetap rendah, tapi memperkirakan kasus tambahan bisa muncul karena masa inkubasi virus mencapai 6 hingga 8 minggu.
Yang Harus Dilakukan Sekarang
Kemenkes RI sudah memperketat pengawasan di pintu masuk negara melalui thermal scanner dan surveillance pelaku perjalanan. Sebanyak198 rumah sakit jejaring telah dikerahkan untuk menangani kasus infeksi. Sementara itu untuk masyarakat umum, kunci utamanya adalah tetap jaga kebersihan lingkungan dan hindari kontak dengan tikus. Jika mengalami gejala mirip flu setelah kontak fisik dengan hewan pengerat, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca juga: Megawati Hangestri Pindah ke Hyundai Hillstate, Tinggalkan Red Sparks Setelah Dua Musim.



