Isyana Sarasvati Takeover Filosofi Kopi untuk Party Dadakan, Rayakan Album 'EKLEKTIKO'

Isyana Sarasvati menggelar party dadakan di kafe Filosofi Kopi Blok M pada Kamis, 21 Mei 2026, untuk merayakan rilis album kelimanya bertajuk EKLEKTIKO yang tayang di hari yang sama.
Acara yang awalnya tidak terjadwal ini berubah menjadi pertunjukan musik outdoor dengan kerumunan ratusan penonton yang memadati area sekitar kafe. Lewat unggahan resmi di akun Instagram-nya pada 22 Mei, Isyana berterima kasih kepada Filosofi Kopi karena tempatnya bersedia "di-hijack sebentar" untuk acara dadakan tersebut.
Party Dadakan di Filosofi Kopi

Lewat unggahan Instagram @isyanasarasvati, Isyana membagi momen perayaan tersebut bersama penggemarnya.
"Party dadakan merayakan lahirnya EKLEKTIKO! Terima kasih yorobunnnn!" tulisnya, menggunakan slang Korea yang berarti teman-teman atau kalian semua. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Filosofi Kopi: "Thank you @filosofikopi tempatnya boleh di hijack sebentar kemarin."
Foto-foto dari acara menunjukkan Isyana di balik keyboards bersama band lengkap, sementara penonton memadati area depan kafe sambil merekam pertunjukan dengan ponsel. Setup outdoor yang minim ini berbeda dari konser-konser besar Isyana sebelumnya dan menciptakan vibe intimate yang langka untuk sosok seukurannya.


EKLEKTIKO: Album Kelima yang Rangkum Setahun Perjalanan
EKLEKTIKO resmi dirilis pada 21 Mei 2026 di seluruh platform musik digital lewat label Redrose Records milik Isyana sendiri. Album ini merangkum 18 lagu yang dieksplorasi sejak Mei 2025, ketika Isyana mengumumkan era baru musiknya tepat di hari ulang tahun ke-32-nya.
Selama satu tahun penuh, Isyana merilis singles secara bertahap, termasuk Hari Ini feat. Hindia (single pembuka), Frenemy feat. VIDI, dan Something New feat. Afgan. Nama 'eklektik' sendiri berarti memilih yang terbaik dari berbagai sumber, yang menjadi konsep penyatuan beragam genre musik di album ini.
"EKLEKTIKO itu penggabungan berbagai macam gaya, pemahaman, rasa, warna, yang akhirnya aku leburkan menjadi satu kesatuan yang unik, tapi unik dalam bentuk autentiknya Isyana," ujar Isyana dalam wawancara dengan Kompas pada 20 Mei 2026.
Empat Chapter dalam Satu Album
Album EKLEKTIKO dirancang sebagai proyek multichapter dengan empat babak yang merepresentasikan sisi berbeda dari Isyana.
Pertama, Lunora menjadi semangat kolaborasi dan keberagaman, menghadirkan kolaborasi dengan tiga musisi pria yaitu Hindia, VIDI, dan Afgan. Kedua, MAMIU mengeksplorasi sisi imajinatif dengan pesan tentang kemurnian dan kebaikan. Ketiga, Cecilia menampilkan sisi yang lebih dewasa, feminin, dan reflektif. Keempat, ABADHI menjadi titik penyatuan, sebuah fase penerimaan, kekuatan, dan keseimbangan energi dari seluruh perjalanan. Genre yang dieksplorasi sangat beragam, dari pop, metal, R&B, elektronik, sampai 'Trance Metal' baru yang menjadi eksplorasi Isyana lewat track BURN.
Proyek ini juga didukung lebih dari 30 output visual di kanal YouTube Isyana yang merangkum keseluruhan cerita perjalanan album.
Era Baru Karier Bermusik Isyana
EKLEKTIKO menjadi tonggak baru karier Isyana Sarasvati setelah satu dekade berkarya di industri musik Indonesia. Album ini menjadi follow-up dari ISYANA (2023), album self-titled pertamanya di bawah label sendiri, Redrose Records. Sebelumnya, Isyana sudah merilis tiga album studio di Sony Music Entertainment Indonesia, yaitu Explore! (2015), Paradox (2017), dan Lexicon (2019). Ia juga merayakan satu dekade kariernya lewat konser Lost in Harmony di Istora Senayan pada 16 November 2024. Lewat EKLEKTIKO, Isyana menegaskan kebebasan berekspresinya sebagai musisi yang tidak terikat pada genre tertentu.
Bagi para penggemar Isyanation, party dadakan di Filosofi Kopi ini jadi momen langka untuk menyaksikan idola mereka tampil intimate dan dekat di luar konser-konser resmi yang biasanya digelar di venue berskala besar.

Baca juga: 7 Konser Internasional di Jakarta Selama Sisa Tahun 2026 yang Wajib Masuk Wishlist.



