Samsung Galaxy s26 Series Resmi Hadir, Hadirkan Segudang Perubahan Lewat AI Super Powerful Termasuk di Kamera

The Palace of Fine Arts di San Francisco menjadi saksi bagaimana Samsung memperkenalkan jajaran handphone flagship terbarunya, yakni Samsung Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra.
Hadirnya jajaran terbaru Samsung ini bukan hanya tentang upgrade chipset dan spesifikasi standart saja, tapi menghadirkan serangkaian teknologi Galaxy AI yang kini akan terasa lebih adaptif, proaktif, dan juga personal bagi para penggunanya.
“Kami dengan bangga memperkenalkan smartphone pertama di dunia yang dilengkapi dengan layar Privacy Display, serta kecanggihan di dalam Galaxy AI yang kami hadirkan, karena semua orang pantas untuk mendapatkan AI - AI For Everyone,” ujar TM Roh, CEO, President, Head of Device eXperience Division and Head of Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics.
Dari sisi kamera, banyak harapan dipikul oleh tim Samsung. Harapan peningkatan kamera dengan menggunakan sensor 200 MP layaknya smartphone lain di kelasnya. Namun alih-alih menggunakan sensor 200 MP, Samsung setia dengan tetap menggunakan kamera periscope telephoto 50 MP. Bagi Sungdae Joshua Cho, EVP sekaligus Head of Visual Solution Team Samsung Electronics, gambar yang bagus tidak hanya hadir dari tingginya angka megapiksel saja.
Meski begitu, Sungdae Joshua Cho yakin bahwa pengembangan teknologi yang dilakukan pada Galaxy S26 tetap tepat sasaran terlebih untuk pasar Asia Tenggara yang baginya berfokus pada dua hal, yaitu Creator Economy, dan generasi muda.
“Perkembangan teknologi untuk S26 di pasar Asia Tenggara, menurut saya, berfokus pada dua hal yang sangat relevan. Pertama adalah creator economy, dan kedua adalah generasi muda.” Jelas CU Kim, President & CEO, Southeast Asia & Oceania (SEAO), Samsung Electronics
Tak dapat dipungkiri, pertumbuhan pesat ekonomi kreatif dan juga banyaknya generasi muda yang tinggi di Asia Tenggara membuat Samsung harus dapat cepat untuk merespon dan menghadirkan apa yang relevan bagi marketnya. Dan di generasi terbarunya ini, Samsung menghadirkan kemampuan AI premium untuk dapat mengakomodir segala jenis kebutuhan para penggunanya, terutama di Asia Tenggara.
“Untuk merespons pertumbuhan pesat creative economy, kami menghadirkan prosesor Galaxy yang lebih cepat dan lebih canggih, performa kamera terbaik, serta kemampuan AI premium yang sangat kuat untuk memberikan manfaat maksimal bagi para kreator.Di pasar Asia Tenggara, yang memiliki proporsi generasi muda tertinggi, kami akan terus menghadirkan sebanyak mungkin fitur AI, termasuk melalui lini S Series yang akan menawarkan kemampuan AI premium.” Ketika ditanya tentang relevansi upgrade yang dilakukan Samsung untuk pasar Asia Tenggara
AI menjadi pengembangan yang paling signifikan yang dilakukan oleh Samsung di generasi terbarunya ini. Dan sektor kamera pun tak luput dari hal tersebut. Dimulai dari tahun 2024, setiap tahunnya fitur AI di dalam gawai Galaxy Series terus bertambah. Dan di tahun 2026 ini, Samsung menargetkan fitur AI tersebut hadir di 800 juta perangkat Galaxy.
“Pada tahun 2024, fitur AI kami telah hadir di 200 juta perangkat. Pada tahun 2025, jumlah tersebut meningkat menjadi 400 juta perangkat, dan pada tahun 2026 target kami adalah meningkatkannya menjadi 800 juta perangkat Galaxy. Saya percaya hal ini sangat penting bagi pasar Asia Tenggara yang memiliki populasi pengguna ponsel terbesar sekaligus tingkat penggunaan media sosial tertinggi.” Jelas CU Kim, President & CEO, Southeast Asia & Oceania (SEAO), Samsung Electronics



