NVIDIA Resmi Masuk Pasar PC Lewat RTX Spark, Chip Arm Pertamanya untuk Laptop

NVIDIA, sang "raja kartu grafis", resmi melangkah ke teritori baru. Dalam keynote-nya di Computex 2026 Taipei pada Senin, 1 Juni 2026, CEO NVIDIA Jensen Huang memperkenalkan RTX Spark, chip berbasis Arm pertama buatan NVIDIA untuk komputer pribadi.
Lewat produk ini, NVIDIA, perusahaan yang selama ini dikenal lewat kartu grafis gaming dan chip AI untuk pusat data, resmi masuk ke pasar prosesor PC yang selama puluhan tahun dikuasai Intel, AMD, Qualcomm, dan Apple. Huang bahkan menyebut langkah ini sebagai sebuah penemuan ulang komputer.
Apa Itu RTX Spark?
RTX Spark adalah sebuah superchip berbasis arsitektur Arm yang sebelumnya beredar dengan kode N1 dan N1X. Sederhananya, NVIDIA menggabungkan "otak" komputer (CPU) dan "kartu grafis" (GPU) ke dalam satu chip.
Di dalamnya, terdapat CPU Grace dengan hingga 20 inti Arm, dipadukan dengan GPU Blackwell yang jumlah intinya setara kartu grafis RTX 5070, serta 128GB memori terpadu atau unified memory. Chip ini pada dasarnya bersaudara dengan GB10 yang menggerakkan DGX Spark, mini-superkomputer AI milik NVIDIA yang rilis tahun lalu. Bedanya, RTX Spark disesuaikan untuk perangkat mobile yang lebih hemat daya seperti laptop.
NVIDIA Resmi Masuk Pasar PC

Bisa dibilang sebagai momen bersejarah dalam dunia tech. Selama ini NVIDIA mendominasi dua hal: kartu grafis untuk gaming dan chip AI untuk pusat data, dua bisnis yang membuatnya menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Namun, NVIDIA belum pernah membuat prosesor utama untuk PC.
Dengan RTX Spark, mereka langsung menantang para pemain lama di arena yang selama ini dikuasai Intel, AMD, Qualcomm, dan Apple. Menariknya, chip N1X ini dikembangkan bersama Microsoft dan akan berjalan di atas Windows versi Arm.
"Microsoft dan NVIDIA akan menemukan ulang PC," kata Huang. Ia bahkan membandingkan perubahan ini dengan transformasi telepon biasa menjadi smartphone, sebuah cara untuk menegaskan betapa besar ambisi NVIDIA di sini.
Hadir di Laptop Microsoft hingga Lenovo
RTX Spark tidak akan jalan sendirian. NVIDIA mengumumkan chip ini akan hadir lewat deretan laptop dari merek-merek besar, mulai dari Microsoft, Dell, HP, ASUS, Lenovo, hingga MSI, dan dijadwalkan meluncur pada musim gugur tahun ini.
Laptop pertamanya disebut bakal setipis 14 milimeter dengan banderol harga premium. Selain laptop, NVIDIA juga menyiapkan versi untuk PC mini dan desktop, termasuk perangkat desktop Windows yang ditenagai chip GB300 yang lebih bertenaga. Artinya, ekosistem RTX Spark dirancang untuk mencakup banyak jenis perangkat sekaligus, bukan satu produk tunggal.
Visi PC AI Agentik
Lebih dari sekadar chip baru, NVIDIA memposisikan RTX Spark sebagai fondasi untuk era baru komputasi, yaitu PC yang digerakkan oleh AI agentik. Perusahaan ini membayangkan AI agent sebagai antarmuka baru yang menggeser dominasi mouse dan keyboard yang sudah bertahan selama lebih dari 40 tahun.
Alih-alih hanya mengetik perintah, pengguna nantinya bisa memberi tugas kepada AI agent, yang akan menjalankannya sendiri, memanggil berbagai tools, lalu menyempurnakan hasilnya. NVIDIA bahkan mengklaim platform ini sebagai yang paling efisien yang pernah mereka buat.
Untuk urusan gaming, karena jumlah inti GPU-nya setara RTX 5070, performanya diperkirakan mendekati kartu grafis kelas menengah tersebut, meski hasil sebenarnya masih perlu diuji langsung. NVIDIA pun sudah memetakan peta jalan beberapa generasi RTX Spark ke depan, menandakan ini bukan proyek sesaat.
Dengan RTX Spark, NVIDIA bertaruh besar bahwa masa depan komputer pribadi ada di tangan AI. Persaingan di pasar chip PC dipastikan makin panas, dan bagi konsumen, ini bisa berarti pilihan laptop yang lebih pintar sekaligus bertenaga dalam waktu dekat. Kita tunggu saja saat perangkat pertamanya benar-benar sampai ke tangan pengguna pada musim gugur nanti.
Baca juga: Fenomena Lagu Buatan AI yang Sedang Naik Daun, 'My Little Bolu Ketan' Viral di TikTok.



